UPACARA ADAT TARIU NGAYAU DAYAK KANAYATN



UPACARA ADAT TARIU NGAYAU
DAYAK KANAYATN

          Pengertianya Adat Tariu atau dalam hal menghadapi suatu peperangan jaman dahulu dikenal dengan istilah “Ngayau”. Bagi Suku Dayak Kanayatn hal tersebut tidak hanya berlaku pada jaman dahulu, tetapi hingga masa sekarang pun bilamana terjadi kegaduhan (konflik), maka Adat Tariu masih dianggap relevan untuk dilaksanakan (bilamana keadaan gawat). Upacara Adat Tariu Ngayau biasanya dilakukan di pantulak/pasugun keramat, baik di tiap-tiap kampung, maupun di suatu Binua.
Adapun prosesi Adat Tariu Ngayau dilakukan atas pertimbangan dan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.     Mengamati kejadian yang sedang dan akan terjadi.
2.     Realisasi(Pelaksanaan)
Upacara adat akan dan tetap dilaksanakan bilamana situasi telah dianggap gawat, misalnya pihak lawan/musuh betul-betul telah mengancam keselamatan orang banyak.
3.     Tempat Pelaksanaan
Adapun tempat pelaksanaan Adat Tariu Ngayau dilakukan yaitu di pantulak/pasugu yang mempunyai nilai keramat besar.
4.     Tujuan Adat Tariu Ngayau
Adat Tariu Ngayau sangat perlu dilakukan dengan tujuan memanggil roh-roh halus/orang sakti agar segera memberikan bantuan (secara gaib) untuk menghadapi musuh/lawan.
5.     Sarana Sesajian
Dalam hal pelaksanaan Upacara adat tariu ngayau, maka sarana/alat-alat yang di butuhkan adalah:
a.     Nanam tempayan kecil(mandoh) disebuah Buah Tangah dan sebilah parang dengan makna mohon perlindungan atas keselamatan.
b.     Satu ekor ayam jantan berbulu merah.
c.      Satu ekor anjing yang berbulu merah-kemarahan. Ayam dan anjing sebagai lambang memberi santapan  bagi roh gaib dan sakti atau kamang agar menjadi pemberani, karena darah dri kedua hewan itu di oleskan pada wajah dari setiap orang yang siap berangkat perang, bahkan ada yang meminum darah itu. Selanjutnya setelah upacara adat selesai, maka darah ayam dan anjing dicolek/dioleskan pada mangkok-mangkok yang akan dikirim keberbagai penjuru sehingga dikenal dengan istilah “Mangkok Merah”.
Mangkok merah itu sendiri adalah merupakan sarana transfortasi yang segera dikirimkan kesemua kampung orang Dayak yang maksud utamanya adalah seterimanya Mangkok Merah, maka bala bantuan dan masa segera menuju obyek rusuh.
          Mangkok Merah disampaikan secara estafet dari satu kampung ke kampung lain dan diiringi dengan benda-benda sebagai berikut:
Ø Darah yang berwarna merah menandakan dalam keadaan bahaya.
Ø Satu helai bulu ayam melambangkan gerak cepat(terbang).
Ø Satu batang korek api atau batu dan ijuk(sumber api) melambangkan alat penerang dalam keadaan gelap(malam).
Ø Satu helai atap daun rumbai/sagu melambangkan tahan hujan (tidak mengenal hujan).

Catatan:
Tempat khusus untuk Upacara Adat Tariu Ngayau yaitu di:
1.     Kampung Jering tempat tanga Nek Ria Sinir.
2.     Tembawang Selimpat di kampung Karunia(kediaman Nek Dara Itam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar